
[ad_1]
Pringsewu(PN) Jevi Hardy Sofyan Ketua Apdesi Kabupaten Pringsewu yang Sebelumnya viral diberitakan terkait adanya indikasi menjadi dalang Cipta kondisi dana kebersamaan Apdesi ,bersumber dari dana Desa ,adapun kegunaannya Untuk di bagi bagi kepada 12 Organisasi media senilai 60 juta per satu pekonya,dari jumlah 127 Pekon 9 kecamatan yang ada di kabupaten Pringsewu yang disinyalir dana kebersamaan Apdesi sudah terjadi Dari tahun 2023 yang lalu bahkan dana publikasi ada yang mencapai 90.000.000 sembilan puluh juta rupiah.di tahun 2023.
Mencuatnya persoalan tersebut berdasarkan keterangan dari beberapa kepala Pekon yang ada di Pringsewu dengan jumlah uang yang cukup fantastis miliaran rupiah dan pada akhirnya,Apdesi Baik Apdesi Kabupaten dan Apdesi Kecamatan sudah dilaporkan oleh lembaga swadaya masyarakat LSM lacak .ke pihak Inspektorat Polres dan Kejari kabupaten Pringsewu.
Dan selain itu ,Jevi yang juga saat ini masih menjabat sebagai kepala Pekon pardasuka induk kecamatan Padasuka kabupaten Pringsewu Lampung,diduga kuat banyak menyimpangkan pengelolaan anggaran dana Pekon pada tahun anggaran 2020 sampai di tahun 2023 banyak kegiatan yang di duga fiktif dan Mark,Up yang di kelola Jevi di beberapa tahun terakhir, Kamis 30 mey 2024
Adapun beberapa aitem dugaan penyimpangan yang di realisasikan yang ada di dalam data tapi faktanya tidak ada diantaranya, pembangunan taman bukit salak yang dianggarkan pada tahun 2021 berdasarkan data jaringan pencegahan korupsi,Pekon pardasuka menganggarkan Dengan Nominal Rp 89.416.500.
Kemudian pada tahun 2022 Pekon pardasuka kembali menganggarkan Rp 98.791.000 bangunan alun-alun taman bukit salak yang diduga fiktif, hal itu berdasarkan keterangan dari warga masyarakat Pekon Padasuka yang menjelaskan salah satunya Ip. selaku orang dekat dari pemilik tanah yang dijadikan taman bukit salak menjelaskan pada Awak media terkait asal mula bangunan yang ada di taman tersebut.
Ip, menjelaskan bahwa tanah tersebut yang dijadikan taman bukit salak pemiliknya adalah Husein ,Husin sendiri adalah masyarakat Pekon Padasuka pada saat itu mas,terjadinya tanah tersebut dijadikan taman wisata karena saya tahu persis yang terjadi pada saat itu ,walaupun mas tidak bertemu dengan Husin saya pun bisa menjelaskan semuanya, hal itu bermula Husin membangun gazebo gazebo yang terbuat dari bambu itu Husin yang membangun kemudian semen lantai itu pernah ada yang menyewa akan berdagang sedangkan Jevi dia hanya
Membuat tulisan taman bukit salak dan bangunan permanen yang seperti pos satpam itu, yang sebelah kiri nah itu yang dibangun oleh jevi, adapun tanahnya memang diberikan oleh Husein kalau sudah bikin surat hibah atau belum ya saya juga nggak tahu kalau soal itu mas. Kemudian pembangunan jembatan dusun kubu banir yang mas tanya dengan anggaran Rp 42, 229 000
Jembatannya yang mana mas karena jembatan yang dibangun di daerah kebon pisang arah ke kubu banir itu setahu saya yang membangun dan yang membiayai adalah pemilik toko mas sepakat H,Siblik, jembatan yang tepatnya berada di dusun Sinar jaya kebon pisang itu memang arah ke kubu banir tapi kalau di kubu banirnya setahu saya tidak ada jembatan yang dibangun
Jelas Ip.kalau jembatan di kebon pisang itu saya dan masyarakat sekitar yang Membangun adapun Matrial H,Siblik yang menyiapkannya kalau tidak salah pada saat itu hampir habis sekitar Rp 30.000.000 juta Kata Ip.
Penjelasan dan Keterangan dari beberapa sumber masyarakat Pekon Padasuka yang sementara waktu meminta jati dirinya untuk dirahasiakan, selain taman bukit salak Ada dugaan fiktifnya pengadaan lampu tenaga surya yang dianggarkan pada tahun 2021
Rp 91,000.000 juta, tahun
2022 Pekon pardasuka kembali menganggarkan Rp 14,000.000 rupiah tahun 2023
Rp 32.500 000
Dengan total Rp.137.000.000
Belum lagi plang Rumah Adat Rp 25.000.000 yang di anggarkan pada tahun 2023 plang tersebut hanya di buat 4 Biji Sedangkan harga pembuatan persatuan hanya 1 juta rupiah Kemudian pada tahun 2022 ada produksi pengelolaan kandang Rp 41.250.000 Kandang apa yang di maksut itu tidak jelas karna bila Memang kandang apakah kandang kambing,kalau kandang kambing itu mas Bukan milik Desa tapi milik Perorangan jelas warga.
Awak media coba konfirmasi kepala pekon pardasuka Jevi saat di datangi ke Kantor nya,salah satu Aparat pekon menjelaskan kepala sedang berada di luar,aparat pekon pun tidak menyiapkan Buku Tamu.Di hubungi melalui telepon selulernya.Jevi Belum memberikan jawapan apapun.
(Red)
Post Views: 2
[ad_2]
Source link






